Rabu, 24 Agustus 2016



Malaikat tuaku
Oleh : Aris Mulyani
 
Engkau sosok nur yang di turunkan Azza wa jalla padaku
Malaikat yang membawaku ke alam yang baru
Menikmati birunya langit bersamamu menjadi bahagiaku
Kaulah anugerah terindah dalam kehidupanku
Terkadang aku benci dengan celotehmu
Kututup rapat daun telingaku sampai tuli yang kurasa
Maaf malaikat tuaku….
Tanpa sadar serpihan luka itu membuncah dalam jiwamu
Ego dan kebencian kala itu merasuki jiwaku
Tak sadar diriku menyayat luka pedih dalam hatimu
Oh malaikat tuaku…
Usiamu kini kian mendekati senja
Hemoglobin dalam darahmu pun mulai memudar
fisikmu mulai renta
Kerut dikening dan pipi menjadi bukti pengorbananmu
Kini tangan halus itu menjadi kasar
Sebab kerasnya memahat bongkahan batu kehidupan
 Tenagamu habis dimakan waktu
Hingga mengangkat tulang yang rapuh itupun kau tak sanggup
Oh Malaikat tuaku….  
Kaki lunglai itu terus kau seret mengejar harapan
Penglihatan kabur kau paksakan menatap masa depan
Jelaslah guratan-guratan penderitaan itu terlukis dalam parasmu
Oh malaikat tuaku….
Terimakasih atas sinar harapan yang kau tebarkan dilangit asaku
Derasnya ombak tak kan menghempas tubuh kecilku
Karena dentum kejayaan akan kulabuhkan untukmu
Duhai malaikat tuaku…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar