Malaikat tuaku
Oleh : Aris Mulyani
Engkau sosok nur yang di turunkan Azza
wa jalla padaku
Malaikat yang membawaku ke alam yang
baru
Menikmati birunya langit bersamamu
menjadi bahagiaku
Kaulah anugerah terindah dalam
kehidupanku
Terkadang aku benci dengan celotehmu
Kututup rapat daun telingaku sampai
tuli yang kurasa
Maaf malaikat tuaku….
Tanpa sadar serpihan luka itu membuncah
dalam jiwamu
Ego dan kebencian kala itu merasuki
jiwaku
Tak sadar diriku menyayat luka pedih
dalam hatimu
Oh malaikat tuaku…
Usiamu kini kian mendekati senja
Hemoglobin dalam darahmu pun mulai
memudar
fisikmu mulai renta
Kerut dikening dan pipi menjadi bukti
pengorbananmu
Kini tangan halus itu menjadi kasar
Sebab kerasnya memahat bongkahan batu
kehidupan
Tenagamu habis dimakan waktu
Hingga mengangkat tulang yang rapuh
itupun kau tak sanggup
Oh Malaikat tuaku….
Kaki lunglai itu terus kau seret
mengejar harapan
Penglihatan kabur kau paksakan menatap
masa depan
Jelaslah guratan-guratan penderitaan
itu terlukis dalam parasmu
Oh malaikat tuaku….
Terimakasih atas sinar harapan yang kau
tebarkan dilangit asaku
Derasnya ombak tak kan menghempas tubuh
kecilku
Karena dentum kejayaan akan kulabuhkan
untukmu
Duhai malaikat tuaku…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar